Ditengah kehadiran Hasan tiro di Banda Aceh pada tanggal 11 September 2008 kemarin, puluhan bendera PKS yang berkibar diseluruh pelosok kota Banda Aceh hilang dan dicabut oleh massa. Sejumlah bukti pencabutan bendera PKS oleh massa pendukung PA yang datang ke Banda Aceh kemarin, ditemukan langsung oleh anggota tim Brigade 8. Massa tanpa merasa bersalah mencabut bendera PKS seperti yang terjadi diluar Banda Aceh. Masa yang pulang dari mesjid Baiturrahman melihat Hasan Tiro, melepaskan beberapa bendera PKS yang ada didepan Simbun Sibreh, di segitiga ujung jembatan Pante Perak (depan Yamaha).
Komandan Lapangan Brigade 8 PKS Aceh Kasibun mengatakan sangat menyesalkan tindakan yang sangat kampungan ini. “Apa urusannya mencabut bendera PKS untuk menyambut hasan tiro? Apakah akan menambah sakralnya acara?” Ucapnya geram. Kasibun mengharapkan selayaknya hal-hal yang menodai kedatangan Hasan “wali” tiro tidak dilakukan oleh masyarakat yang datang ke Banda Aceh.
Kasibun berharap seluruh parpol yang telah mendeklarasikan pemilu damai beberapa waktu kemarin, dapat mengimplementasikan hingga ke tingkat grassroot. Pemilu damai jangan hanya dimulut saja, tapi perlu bukti nyata. Ini bukan pertama kalinya bendera PKS dicabut, dan kita berharap pihak keamanan dapat bertindak lebih tegas dalam mengamankan pemilu di Aceh ke depan, tambah Kasibun.
Kedatangan Hasan Tiro yang ingin menguatkan perdamaian Aceh, dicemarkan oleh tindakan-tindakan yang tidak cerdas ini. Kita berharap para petinggi parpol dapat memberikan pendidikan politik yang cerdas bagi pengikutnya, sehingga pemilu damai dan cerdas dapat terwujud di Aceh, harap Kasibun.
Tulisan ini dikirim Oleh Nasrul Wahdi (Humas DPW PKS Aceh)

6 comments
Comments feed for this article
16 Oktober, 2008 pada 3:10 pm
tekafc
Jelas KAMPUNGNYA. . .
16 Oktober, 2008 pada 3:16 pm
anyone
hari ini bendera PKS dicabuti, untuk selanjutnya bendera merah putih yang dicabuti
, terus bagaimana kelanjutannya, kita tunggu saja kelanjutannya petualangan sang teuku ini
16 Oktober, 2008 pada 3:22 pm
Muda Bentara
jangan terlalau dipikirkanlah ….. kan itu bukan bendera agama …
24 Oktober, 2008 pada 2:30 am
Ajaran
Saatnya Aceh untuk berjuang merebut kemerdekaanya!!
Aceh berbeda dengan RI, aceh tidak sekuler!
Hidup Aceh Merdeka!!
28 Oktober, 2008 pada 2:23 pm
dede
Ada yang mengatakan kalau kedatangan Wali ke Aceh tanpa unsur politik, tapi….. siapa yang menjelaskan mengapa ketika wali datang yang terlihat hanya bendera Partai Aceh????? ada yang bilang Hasan Tiro adalah Walinya orang Aceh, tapi bagaimana dengan anak-anak Aceh yang memilih partai lain sebagai kendaraannya? mengapa pada saat menyambut wali bendera mereka tidak diizinkan ikut berkibar??? hhaaahhhh Anehhhhh!!!!!!!!!!!!!!!
31 Oktober, 2008 pada 8:23 am
Muhammad Baiquni
ckckck…
sayangnya, ketika orang menganggap Aceh adalah bagian yang tidak terpisah dari Islam, tapi tidak mengerti dasar-dasar Hak Kemanusiaan yang diajarkan Islam. Bagaimana Islam begitu menjunjung tinggi demokrasi.
Amat disayangkan…
Always miss Aceh witout lost