Dulu saya perna baca sebuah buku yang ditulis oleh Anis Matta yang judulnya ” sebelum mengambil keputusan besar itu”. Dari buku yang tipis itu saya pribadi mendapatkan beberapa catatan yang beliau sampaikan, salah satunya yang namanya cinta bukan segalanya dalam meraih kebahagiaan. Faktor finansial sangat berpengaruh dalam kesuksesan berumah tangga, walaupun ada faktor kematangan pemikiran, kedewasaan, trus fisik dan mental. Dia mencontohkan ada seorang di bandung yang menikah dengan penghasilan yang sangat minim sekali, lalu pemuda tersebut hanya bisa mengatakan “cinta” pada istrinya setiap hari, kenyangkah istrinya ????
Beberapa hari yang lalu saya berkunjung ke salah seorang teman SMA dulu (perempuan belum menikah) dengan tema silaturrahmi lebaran. Ya saya menyapa kabar keadaan dirinya sekarang setelah selasai kuliah dan bekerja di sebuah LSM lokal, apa program jangka pendek maupun panjang. Katanya banyak kawan-kawan satu angkatan yang sudah berkeluarga, jadi ……………………(sebuah kalimat yang tidak ada kata lanjutnya). Saya katakan pada kawan tersebut “apa yang membuat kalian masih sendiri aja, apa yang kurang pada diri kalian, dari segi performance cukup lumanya he..he..he.. Terus saya lanjutkan jangan terlalu tinggi sakali pasang kriteria. Dia jawab yang pertama jodoh itu bagaikan rejeki, kedua harta bukan ukuran sebuah kebahagiaan. Jadi apa kejar saya ? dia jawab “cinta”. Saya Katakan “andai diucakan cinta seribu kali setiap hari kamu tidak akan kenyak lhoh, apalagi kebutuhan wanita sangat besar biayanya adari sejak akad nikah hingga terbentuknya sebauah keluarga. kawan saya itu tetap berprinsip kebahagian mesti cinta yang utama.
Dulu saya pernah ditanya oleh seorang ustadz, kenapa kamu belum juga menikah (saat itu masih kuliah)? Saya jawab belum punya duit, dan pekerjaan. Beliau membantah alasan saya, katanya jika kita menikah Allah akan mengkayakan kita (kutipan sebuah hadist). Saat itu saya berpegang pada buka Anis Matta yang menitik beratkan pada faktor finansial yang mesti disiapkan sebelum mengambil keputusan besar itu. Sekarang Ustadz Anis Matta sudah kawin dua, seratus tahun tertinggal dengan saya ha..ha…
Cinta dan kemapanan finansial sama-sama yang sangat dibutuhkan bagaikan pasangan serasi yang tidak bisa dipisahkan. Trus yang sangat tidak boleh hilang dalam diri kita yakin akan pertolongan Allah swt, pemilik alam semesta juga yang menetapkan hati setiap insan. Banyak orang yang punya harta melimpah ruah tapi rumah tangganya gersang, ada yang hidup dengan cinta tapi hari-harinya berbalut dengan kemelaratan, trus ada mapan harta dan hidup dengan nuansa romatis setiap harinya namun Allah tidak melimpahkan keberkahan hidupnya. Ya semoga kita menjadi orang-orang yang di hidup dengan cinta dan kasih sayang Allah swt, amiin!

3 comments
Comments feed for this article
1 November, 2008 pada 11:56 pm
Muhammad Baiquni
ya juga yaa…
baiquni sekarang gi tabung uang buat biaya nikah nanti.
berumah tangga memang butuh biaya!
24 November, 2008 pada 9:43 pm
brotherofbadar
salam.
baru tw kl abang juga punya blog
dr baiquni.net
28 Juni, 2009 pada 3:09 pm
ryo
cinta dan kemampuan finansial sangat penting untuk kelangsungan dan kemesraan berumah tangga..
tanpa cinta buat ap berumah tangga?
dan tanpa kemampuan finansial blm pantas berumah tangga !